Cerita ini berkisah tentang perjalanan cinta yang dibumbui fitnah, pengorbanan, kehilangan, dan permusuhan berliku dari adat Minang. Namun, menggunakan latar tempat di Tanah Medan, Sumatra Utara dan Kota Jakarta. Bermula dari kebencian Sang Mertua dan iparnya. Wanita sekaligus Ibu berperangai baik nan cantik bernama Mariah, terpaksa mengecap kepahitan buah dari fitnah. Azhar tega menelan mentah…
Novel ini sangat kental dengan adat, sebagaimana novel-novel Buya Hamka yang lain. Seorang Adnan begitu dipersiapkan oleh ibunya untuk merantau, dikasih modal awal yang paling urgen. Pertama, nasi sekampir sebagai bekal untuk diperjalanan. Kedua, samba lado sebungkus untuk lauk pauk. Ketiga, tulang punggung sendiri yang harus siap sedia untuk mengarungi kehidupan di perantauan (hlm. 1). Peranta…
Jazuli, seorang pemuda dari Banjar, mencoba peruntungannya di Surabaya. Bermoda kekerasan hati, ia berhasil memiliki hotel mewah dan took emas juga berlian yang terkenal hingga keluar negeri. Demi mencapai posisi puncak dan mempertahankan posisinya, Tuan Direktur Jazuli rela menyingkirkan semua sahabat dan orang-orang terdekatnya. Sebaliknya, Tuan Direktur justru mengambil orang bermulut manis …